Pagelaran Busana “Serat Indonesia” Di Panggung GIF 2016

0
516
Maya Puspita beserta busana rancangannya di acara GIF 2016 (Foto:Rey)
Maya Puspita beserta busana rancangannya di acara GIF 2016 (Foto:Rey)
fashionshow-si-gif
Usai pagelaran busana di acara GIF 2016 yang diselenggarakan di PUSPITEK Serpong (Foto: Rey)

Tangsel (21/9). Dalam rangka meramaikan acara Tangerang Selatan Global Innovation Forum 2016 (GIF 2016), Serat Indonesia yang dimotori oleh designer Maya Puspita mengadakan pagelaran busana yang menampilkan koleksi-koleksi dari Serat Indonesia sendiri dan juga menggandeng beberapa designer pakaian dan tas yang berada di Tangerang Selatan, seperti Anggra Collection, Bagasi Bunda, Kasoku Boutique dan Gleez.

Serat Indonesia adalah merk dari karya designer Maya Puspita yang sengaja mengangkat Kain Nusantara menjadi busana yang menawan. Kain Nusantara yang diangkatpun bukan hanya batik, yang sudah sangat dikenal secara Internasional tetapi termasuk tenun ikan, tenun otek NTB dan segala macam kain yang diproses secara tradisional oleh pengrajin-pengrajin Nusantara.

maya-puspita
Maya Puspita, Fashion Designer dan Founder Serat Indonesia (Foto: SetyaAdji)

Dalam rancangannya, Serat Indonesia mengemas kain tradisional menjadi sangat menarik dan elegan digunakan. Untuk busana pria, Serat Indonesia lebih mengedepankan pemakaian kain tradisional untuk aksen-aksen pada bagian-bagian tertentu dari kemeja pria. Selain menjadi ciri khas tersendiri, hal ini juga menjadikan rancangan kemeja dari Serat Indonesia sangat cocok digunakan untuk acara formal maupun non formal.

Maya Puspita beserta busana rancangannya di acara GIF 2016 (Foto:Rey)
Maya Puspita beserta busana rancangannya di acara GIF 2016 (Foto:Rey)

Dalam semua rancangannya, Serat Indonesia hanya menggunakan kain tradisional asli buatan tangan yang bukan merupakan printing. Karena menggunakan kain tenun atau tulis asli hasil karya pengrajin tradisional inilah, maka untuk satu motif kain biasanya hanya dibuat tidak lebih dari 3 buah pakaian dengan design yang berbeda. “Karena untuk kain tradisional buatan tangan biasanya hanya dibuat satu motif satu lembar saja. Kalaupun dibuat dengan motif yang sama, biasanya nafasnya juga sudah berbeda” begitu penjelasan dari Maya Puspita, founder dari Serat Indonesia tentang koleksi busananya.(RJ)

 

 

LEAVE A REPLY