FILM ‘PAI KAU’ – FILM BERANI YANG MENAWARKAN RASA BARU

0
131
Producer, Sutradara dan Pemain ( foto by: Dedy Darma)
Producer, Sutradara dan Pemain ( foto by: Dedy Darma)

Dlanggu.com, Jakarta. Pai Kau adalah bentuk pengucapan dari Pai GOW adalah salah satu bentuk permainan judi Cina yang biasanya menggunakan Domino Cina.

Sang Sutradara tampaknya ingin mewakili suatu metafora yang menarik dari film ini. Film yang mengisahkan suatu bentuk ‘Judi’ kehidupan yang kadang meski kita sudah berusaha dengan benar mengikuti alurnya, bahkan keserakahannya, kita sendiri takkan pernah tahu siapa yang bakal menang atau kalah nanti.

Sinopsis:
Poster Pai Kau
Poster Pai Kau
Lucy (diperankan oleh Irina Chiu) adalah putri seorang pengusaha sekaligus mafia bernama Koh Liem (diperankan oleh Tjie Jan Tan) yang ditakuti. Di hari pernikahan Lucy dengan lelaki pilihannya yakni Edy (diperankan oleh Anthony Xie), muncul seorang wanita yang tak diundang. Ia memperkenalkan dirinya sebagai Siska (Ineke Valentina), sepupu Edy yang datang dari luar kota. Kehadiran Siska menjadi sebuah ancaman karena tak ada satupun yang tahu bahwa Edy dan Siska pernah memiliki skandal di masa lalu.
Saat menjelang resepsi pernikahan. Siska menyelinap masuk ke dalam gedung untuk menghancurkan pernikahan Edy dan Lucy. Hari pernikahan yang telah direncanakan dengan sempurna itu pun terpaksa harus berakhir dengan tragis.
Sang Sutradara
Sidi Saleh adalah sarjana sinematografi lulusan dari Institut Kesenian Jakarta dan terlibat beberapa proyek film pendek atau layar lebar seperti Dajang Soembi, Perempuan yang Dikawini Andjing (2004), Kara, Anak Sebatang Pohon (2005), Trip to The Wound (2007), D’Bijis(2007), Merah itu Cinta (2017), Babi Buta yang Ingin Terbang (2008), Postcards from The Zoo(2012), Taksu (2014) karya Kiki Sugino sutradara film dari Jepang dan beberapa judul film yang lain.
Ia memulai debut sutradaranya sebagai sutradara film pendek tahun 2011 dengan film berjudul Full Moon, salah satu segmen dalam film Omnibus Belkibolang. Film lainnya yang ia sutradarai yaitu Fitri (2013) masuk dalam Festival Film Pendek International Clermont-Ferrand. Puncaknya, film Maryam (2014), memenangi penghargaan Orrizonti untuk film pendek terbaik pada Festival Film Venice ke 71. Ia menjadi sineas Indonesia pertama yang memperoleh piala dari acara bergengsi itu.
Menurut sang sutradara, film ini memang mengambil latar belakang pernikahan keluarga dengan tekstur Chinese-Indonesia, yang menjadikan tontonan pas dinikmati menjelang Imlek.
Film yang dibintangi oleh Anthony Xie dan Irina Chiu ini menyuguhkan kisah cinta segitiga dibumbui ketegangan dengan alur yang mengejutkan. Berbeda dengan film cerita cinta yang biasanya, film ini coba menghadirkan balut romansa, sensualitas sebagai bagian dari genre drama suspense.
Hal yang baru kan? Seperti Martabak, mungkin orang tidak akan pernah membayangkan bakal rasanya bermacam macam di jaman now. Menarik.
Irina Chiu sendiri yang hebatnya merangkap sebagai Produser bilang,
“Imlek adalah perayaan tahun baru yang identik diawali dengan hal-hal yang baru pula. Melalui film ini kami menawarkan rasa yang baru, benar-benar beda, dalam perfilman Indonesia saat ini. Dengan gaya film Hong Kong yang kental ini, film ini pas untuk tontonan menjelang Imlek 2018.”
Review tentang film ini selengkapnya untuk film ini dapat dinikmati disini
(Ditulis oleh: Dedy Darmawan, Editor: Rey Janecekova)

LEAVE A REPLY