Museum Kanker Surabaya, Museum Kanker Pertama di Indonesia

0
179
Gedung Museum Kanker Surabaya (Foto by: Lutfi Kurniawan)
Gedung Museum Kanker Surabaya (Foto by: Lutfi Kurniawan)

Dlanggu, Surabaya. Kanker menjadi salah satu pembunuh paling mengerikan di bumi. Tak jarang orang-orang sulit ditangani saat sudah stasium akhir. Belum banyak orang yang aware tentang menjaga pola hidup sehat dan melakukan tes kesehatan sejak dini. Melihat kenyataan itu, Yayasan Kanker Wisnuwardhana mendirikan Museum Kanker, museum kanker pertama di Indonesia pada 2 November 2013. Ada berbagai jenis kanker yang dipamerkan di sana.

Museum Kanker Surabaya (Foto by: Lutfi Kurniawan)
Museum Kanker Surabaya (Foto by: Lutfi Kurniawan)

Museum Kanker terletak di Jalan Kayon Blok A No. 16, Genteng, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Untuk masuk ke dalam museum, gratis. Biasanya mengisi daftar tamu terlebih dahulu. Ada kotak sumbangan yang kemudian akan ditunjukkan oleh petugas untuk membantu perkembangan dan kemajuan museum tersebut.

Pengunjung biasanya berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari siswa sekolahan sampai yang sudah bekerja. Siswa-siswa yang datang memang melakukan kunjungan untuk peroleh penhetahuan tentang kanker. Pengetahuan awal tentang kanker memang penting untuk mencegah. Begitu masuk ke ruangan selanjutnya, ada sebuah kotak yang di dalamnya silikon mirip seperti payudara. Pengunjung dapat belajar deteksi awal kanker payudara dengan alat itu.

Sebelumnya gedung itu adalah klinik yang didirikan oleh Dr. Ananto Sidhoutomo. Tak hanya ada replika payudara berkanker, di situ juga dipajang berbagai jenis kanker yang diawetkan. Sudah selayaknya kantor biasa, gedung itu memanglah kantor yang ruangan-ruangannya masih digunakan. Tidak apa-apa lagi sih sebenarnya. Hanya ada informasi herbal yang bisa digunakan untuk mencegah dan obati kanker.

Karena memang sebenarnya Museum Kanker tersebut adalah klinik yang fungsinya diperluas menjadi museum, sebenarnya bisa juga untuk konsultasi sekaligus teh papsmear. Pengunjung perempuan biasanya disarankan untuk melakukan tes sekalian. Museum itu juga menjadi tempat berkumpulnya orang-orang yang menderita kanker dan peduli tentang kanker. Tak jarang juga ada beberapa yang memang sengaja tes untuk tahu apakah ada sel kanker atau tidak.(Lutfi Kurniawan)

LEAVE A REPLY